Kado indah perpisahan diperoleh Guus Hiddink. Meninggalkan tugas sebagai manajer temporer, Hiddink yang akan berkonsentrasi menangani Timnas Rusia berhasil membawa Chelsea menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Everton 2-1 (1-1). Titel Piala FA untuk kelima kalinya buat The Blues. Sedangkan Everton harus menunggu lebih lama lagi untuk memeluk trofi juara yang terakhir diperolehnya pada 1995, juga Piala FA.

Partai final memikat di Wembley Stadium, Sabtu (30/5). Babak pertama baru berlangsung kurang dari semenit, tendangan voli Louis Saha sudah mengoyak gawang Chelsea. Everton memimpin 1-0. Chelsea tidak panik. Serangan yang dibangun tim asuhan Guus Hiddink memperoleh hasilnya di menit ke-21. Berawal dari umpan tarik Florent Malouda, sundulan Didier Drogba menyamakan skor jadi 1-1.

Babak kedua menjadi milik Chelsea. Dalam pertarungan yang berjalan terbuka Chelsea berhasil menjaringkan gol kedua melalui tembakan kaki kiri Frank Lampard dari luar kotak penalti. Skor 2-1 untuk keunggulan Chelsea nyaris bertambah. Kejadian kontroversial saat bola tendangan Malouda yang membentur mistar diklaim gol oleh kubu Chelsea. Tapi wasit tetap berkeputusan bola belum melewati garis gawang.

Menjelang babak kedua berakhir Chelsea tidak memberi kesempatan kepada Everton untuk bangkit. Serangan justru lebih banyak mengalir ke pertahanan tim besutan David Moyes sehingga menyibukkan Tim Howard, kiper Everton. Namun sampai wasit meniup peluit panjang kemenangan Chelsea 2-1 tidak juga berubah.

0 komentar:

Post a Comment